Mendengar pernyataan yang lalu biarlah berlalu, kadang kita setuju agar aktivitas sekarang tidak terganggu karena adanya kecenderungan untuk memikirkan kejadian masa lalu. Dapat pula kita kurang setuju, mengingat kejadian masa lalu dapat dipilah dan dipilih untuk diambil sebagai pelajaran yang sangat berharga. Masa lalu merupakan masa-masa interaksi atau masa gaul sesama teman, bercengkrama, curhat, saling tukar pikiran, dan nasehat menasehati yang terkadang disisipi oleh masam manisnya suasana akibat faktor keegoan. Ingin rasanya kembali ke masa lalu, senyum, canda tawa, seakan diri tidak berbeban.
Masa sekarang adalah masa-masa sibuk. Kita bekerja, beraktivitas, dan membuat rancangan kehidupan agar masa sekarang lebih baik daripada masa lalu. Rajin, tekun, giat, disiplin, pantang menyerah, komitmen tinggi, dan tidak mudah putus asa memang sudah terpatri di dalam kepribadian yang tak akan pernah luntur. Sekarang, sesekali, kita ingat pada sahabat, teman, atau seseorang. Seorang sahabat yang mungkin menjengkelkan, tapi memberikan potret kehidupan menurut pengalamannya.
Kadang jua sesekali ingat saat sekolah, nakal, kena marah, atau mendapat hukuman. Sekarang baru terpikir bahwa semua itu adalah untuk kebaikanku.
Masa lalu dan sekarang sangat menentukan masa yang akan datang. Yang lalu biarlah berlalu, ada juga benarnya. Sekarang tidak lagi berpangku tangan, melainkan banting tulang, putar otak, kerja keras, kerja cerdas, dan semangat dalam mengusahakan agar masa yang akan datang merupakan masa yang terbaik, lebih baik dari sekarang.
RSS Feed
Twitter
01.40
Unknown



Posted in 


0 komentar:
Posting Komentar